Pemindahan IKN Akan Membawa Perubahan untuk Kesejahteraan Masyarakat

img

(Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid turut mendampingi untuk menerima kedatangan tim penelitian dan pengkajian terkait IKN)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TENGGARONG- Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid bersama Wakil Ketua DPRD Alif Turiadi ikut mendampingi Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting menerima kedatangan rombongan Tim Penelitian dan pemetaan Potensi Konfil Karawanan Pemindahan Ibukota Negara Baru, di Mapolres Kukar Rabu (7/4/2021).

Rombongan tim dipimpin langsung Kombes Pol  Yulmar Tri Hermawan. SIK. M.Si selaku Analis Baintelkam Polri, didampingi Kombes Pol Wirdo Nefisko. SIK (Analis Baintelkam Polri), Kombes Pol Baron.J. Sanjaya. SIK. M.si. (Analis Baintelkam Polri), AKBP Purwani Kusmarjiati.SH.(Analis Baintelkam Polri), Kholid Nivianto (pakar),dan AKBP Bagus Wiryana. S.Sos (Kabag Analis Polda Kaltim).

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim penelitian  untuk memperoleh informasi dan saran secara akurat dengan melalui diskusi langsung dengan DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas/LPM, akademisi terkait kesiapan masyarakat Kukar menyongsong pemindahan IKN di Kaltim yang difasilitasi oleh Polres Kukar.

Dengan pindahnya IKN ke Kaltim kita berharap memberikan dampak positif bagi nasional maupun Kukar. Dimana Akhkir-akhir ini terkait pemindahan IKN ini sempat membuat masarakat Kukar ragu, karena adanya pandemic virus covid 19.

 “Tapi Syukur Alhamldulilah dalam Minggu -mingu ini ada kejelasan dan kepastian bagi masyarakat Kaltim. Harapan kita dengan adanya IKN ini masyarakat kukar dan kaltim bisa berperan aktif didalam mendukung kegiatan IKN”.katanya.

Perlu waspadai yang bisa menjadi gesekan terkait batas wilayah, karena IKN ini berada dan berbatasan langsung Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Kita berharap di saat pemindahan Ibukota Baru nantinya persoalan tapal batas ini tidak menjadi konflik, begitu pula dengan masalah Agraria , hak ulayat , adat istiadat, Sosial budaya dan sebagainya, karena dengan adanya IKN sudah pasti ratusan ribu orang akan ke kaltim terutama ASN, TNI Polri, Tenaga Kesehatan akan Kekaltim”. ucapnya

Selain itu juga perlu dipersiapkan baik Sumber Daya Manusianya (SDM) dan lain lainya, masyarakat asli lambat laun akan tertinggal, tersingkirkan dengan sendirinya, hal-hal semacam ini yang patut kita waspadai dan patut menjadi perhatian kita Bersama.

“Jangan sampai dengan adanya ibu kota negara baru membuat masalah baru. Kita berharap dengan ibukota yang baru membawa perkembangan baru, perubahan baru , kemakmuran , kesejahteraan dan bisa menjadi kebangaan masyarakat Kaltim nantinya”. Katanya.(pk/adv)